Searching...
Selasa, 14 Mei 2019

Aku Yang Suka Mengeluh

Aku yang suka mengeluh

Hal yang paling aku sebalkan dalam hidup saya adalah mengeluh yaa mengeluh dengan keadaan aku yang serba bingung dan butuh masukan orang lain ini yang terkadang menjadi berat hidup penuh dengan ketergantungan menjadi momok bahwa aku selalu butuh orang orang yang selalu support aku, sekarang aku sedih tahun ini tidak jadi mengambil S2 karena banyak hal bukan karena tidak mampu tapi masih harus memikirkan orang orang sekitar aku yang menjadi pilihan utama dalam hidup aku, terkadang aku mikir ingin mengambil motor baru yang aku impikan ataupun mengambil mobil seperti teman teman satu angkatan aku tapi aku lebih memilih mengasuh tiga anak yatim tanggungan ku untuk aku biayai mungkin kawan aku menilai aku sampah yang punya motor Mio tua dan gak punya apa apa untuk nikmati hidup dan untuk dibanggakan tapi aku sukanya itu banyak wanita yang meninggal kau karena aku seperti itu lebih memilih hidup kekurangan dibandingkan berfoya-foya dengan uang yang begitu banyak ALLAH kasih untuk aku, terkadang teriris hati jika melihat teman membanggakan barang yang ia punya tapi apa daya rasa humanisme ku mengalahkan semua. Biar kan aku seperti ini toh tuhan tau apa yang kita butuhkan untuk saat ini dan akan datang tujuan hidup aku berkeluarga dan memiliki pesantren khusus anak anak yatim-piatu dan tidak mampu aku bakal kuliahan mereka itu mimpi aku selain berkeliling dunia untuk melihat indahnya ciptaan ALLAH. Sekarang aku mengeluh dengan apa yang harus aku tujuh bimbang harus memulai dari mana lagi biar semua mudah tercapai aku butuh seseorang yang bisa menasehati aku mendengar keluh kesah aku. Aku tua secara umur cuman aku anak anak kalo dalam mengambil tindakan yang terkadang membuat aku menyesal atas keputusan yang aku ambil. Ah sudahlah biarkan lelaki ini mengeluh dengan keadaannya biarkan semua menjadi semu biarkan semua menjadi terluka dengan apa adanya agar membuat aku dewasa dalam bertindak . Doakan biar aku menemukan seorang yang bisa memahami aku walapun tidak seutuhnya.

Author : G.R.S

0 komentar :

Posting Komentar

 
Back to top!